Kapur Sirih Jurnalis Warga
- Oct 04, 2023
Media komunikasi desa mengalami pasang surut dalam situasi kondisi generasi muda di desa Jambearjo ini, meskipun sejak tahun 2014 sudah terlibat dalam jurnalistik dan kemudian mendirikan komunitas menat menulis dengan membuat majalah “Suara Mandiri” yang terbit setiap tahun dan kini sudah mencapai edisi ke 9 pada tahun 2017. Memang dulu masih menggunakan majalah cetak, sebagai media untuk mengabarkan informasi dan promosi apapun yang dilakukan olah warga desa.
Di Eranya, media cetak tahun 2014 masih sangat primadona dikancah masyarakat kita, sebab semua orang masih membaca yang bentuk cetakan, karena waktu itu masih minimnya media sosial yang seperti saat ini berkembang pesat dengan ditopang oleh teknologi yang sangat luar.
Media Promosi Realisasi Anggaran
Media merupakan alat untuk memberikan pengaruh pada kebijakan dan memberikan informasi terhadap hasil pembangunan, yang berupa realisasi kegiatan, kemudian termuat dalam majalah suara mandiri ini, sebagai sarana media informasinya. Cara penyajiannya masih ciri khas anak desa yang kontek menulisnya.
Sehingga dengan adanya majalah suara mandiri, merupakan alat traspanrasi terhadap public, terutama pada warga desa Jambearjo. Terkait dengan realiasasi kegiatan pembanguan yang telah dilakukan oleh pemerintah desa, apapun kegiatan terkabarkan dengan baik disana, meski dengan menggunakan media seadanya. Karena dulu, situs web masih sangat jarang dipergunakan oleh pemerintah.
Namun, meskipun anak desa di era itu, jika sudah dapat menulis, adalah hal yang sangat luar biasa sebab kita tau bahwa kondisi keterbatasan desa dalam pengembangan tulis-menulis sangat minim dan langka, bahkan hampir nyaris tidak ada peminatnya. Akan tetapi berbeda dengan anak desa Jambearjo yang di topang oleh pemerintah desa yang mendukung terhadap gerak langkah mereka dalam hal mengepresikan dengan menggunakan media tulisan, sehingga ia dapat konsisten menerbitkan majalah suara mandiri sampai ke edisi 9 ini, suatu hal pencapaian yang luar biasa dalam kondisi keterbatasan peminat penulisnya di desa.
Beralih kesitus Web
Kemampuan menulis adalah skill tingkat tinggi sebab sebagian orang susah untuk mengutarakan pikirannya melalui tulisan. Karena jarang dimiliki orang manusia, maka harus di asah terus menerus menulisnya sebab bakat sudah ada, meski media majalah dulu sudah buyar dan kini tinggal kenangan, tapi jejak digital yang masih melekat, dalam pepatah lama "Menulislah, biar dikenang selamanya" meski orangnya sudah meninggal tapi meninggalkan hasil tulisan, ia akan masih berkeliaran dalam dunia maya dan pikiran masyarakat yang membacanya.
Hal itu, tidak dapat mensurutkan bagi orang yang sudah gemar menulis, meski media cetaknya sudah tidak terbit lagi, bahkan peminat kini sudah nyaris habis. Dengan semangatnya dan dengan berbangai tantangan serta kondisi tim penulisnya yang sudah bosan dan putus asa. Numun, kini beralih pada situs web sebagai media mencurahkan pemikiran, kritik dan promosi kegiatan yang terjadi di desa. Situs web memerupakan generasi selanjutkan bagi anak desa Jambearjo untuk menuangkan gagasan dan ideanya.
Jika bakat menulisnya masih tetap ada, rintangan tidak menjadi persoalan, walaupun cuman media yang dipergunakan berbeda. Kini berubah dan beregenerasi menjadi Tim KIM yang terbentuk dan untuk mewadahi anak desa yang suka menulis tersebut. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memberikan andil dalam merawat jejak skill yang lama tidak terasah karena media suara mandiri yang mati.
Dengan adanya web Warta Jambe ini, merupakan wadah untuk melakukan ekspresi dalam hal tulis-menulis kabar dan informasi. karena pengurus KIM ini juga sebagai dari tim majalah suara mandiri tersebut.
Oleh sebab itu, jika jiwa manulis masih ada, maka ia tidak akan dilekang oleh waktu, meski perkembangan zaman terus berubah, karena menulis juga larut di dalam situasi eranya. (sis)