Pupuk Biometa Jadi Solusi, Gabungan Kelompok Tani Desa Jambearjo Ikuti Penyuluhan dengan Antusias.

  • Jun 28, 2026
  • WartaJambe

JAMBEARJO – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas STEM melaksanakan program KOMBI (Komunitas Biometa Inovatif) melalui kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk biometa kepada Gabungan Kelompok Tani Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB ini bertempat di rumah Bapak Fauzi dan diikuti oleh para anggota kelompok tani dengan antusias.

Penyuluhan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian pupuk biometa, manfaat dan keunggulannya, kandungan bahan-bahan penyusun, hingga tahapan pembuatannya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi tepat guna kepada para petani sebagai alternatif pupuk organik yang mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia.

Dalam sesi materi dijelaskan bahwa pupuk biometa merupakan pupuk organik cair hasil fermentasi anaerob yang memanfaatkan bahan-bahan alami seperti limbah pertanian, sisa biomassa, dan bahan organik lainnya. Pada pelatihan ini, bahan yang digunakan meliputi tempe, kecambah (toge), nanas, air kelapa, molase, dan ragi (Fermipan). Peserta juga diberikan demonstrasi mengenai proses pembuatannya, mulai dari menghaluskan tempe, kecambah, dan nanas menggunakan blender, kemudian mencampurkannya dengan air kelapa, molase, serta ragi ke dalam jerigen sebelum difermentasi.

Selain praktik pembuatan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai kandungan nutrisi dari setiap bahan. Kecambah diketahui mengandung hormon pertumbuhan alami seperti auksin dan giberelin yang berperan dalam perkembangan tanaman. Nanas mengandung gula sederhana, enzim bromelain, serta mineral yang mendukung aktivitas mikroorganisme. Tempe kaya akan asam amino, unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta vitamin B kompleks. Air kelapa mengandung hormon sitokinin yang membantu pembelahan sel tanaman, sedangkan molase berfungsi sebagai sumber makanan bagi mikroba selama proses fermentasi. Ragi (Saccharomyces cerevisiae) berperan sebagai mikroorganisme utama yang membantu berlangsungnya proses fermentasi biometa.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan pupuk biometa di lahan pertanian. Melalui penyuluhan ini, diharapkan para petani dapat memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar untuk menghasilkan pupuk organik yang ramah lingkungan, ekonomis, serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Program KOMBI menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Fakultas STEM kepada masyarakat melalui penerapan inovasi sederhana yang aplikatif. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong petani Desa Jambearjo untuk semakin mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.