Warga Jambearjo Belajar Ciptakan Kebun Mini di Rumah Lewat Program Aqua-Farm PKM FEB UB

  • Jul 08, 2026
  • WartaJambe

Jambearjo – Mahasiswa PKM FEB Universitas Brawijaya memperkenalkan program Aqua Farm, pelatihan hidroponik sistem sumbu (wick system), kepada warga Desa Jambearjo. Metode ini diibaratkan seperti cara kerja sumbu kompor minyak tanah zaman dulu, di mana air dan nutrisi merambat naik menuju akar tanaman. Metode ini dipilih karena tiga keunggulan : praktis, bebas listrik, dan hemat tempat, sehingga cocok diterapkan di lahan pekarangan rumah.

Selain aspek teknis, program ini juga menawarkan manfaat langsung bagi warga, mulai dari menghemat pengeluaran belanja, mendukung kesehatan keluarga lewat konsumsi sayur segar, hingga mengubah sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis. Dalam sesi praktik, warga membuat instalasi menggunakan botol plastik bekas, kain flanel, rockwool, benih kangkung, dan larutan nutrisi AB Mix, melalui empat tahap : penyemaian benih, pembuatan pot dan sumbu, peracikan nutrisi, hingga perakitan akhir.

Mahasiswa juga membekali warga panduan perawatan sederhana, seperti menambah air AB Mix saat volume berkurang, membersihkan lumut dengan menyikat atau membilas air saat mengganti air, serta mengatasi hama kutu daun atau ulat cukup dengan mengambilnya langsung menggunakan tangan.

Dari sisi ekonomi, dengan modal rutin sekitar Rp30.000 untuk benih dan nutrisi yang dapat dipakai berbulan bulan, satu ikat sayur hidroponik dapat dijual seharga Rp3.500 hingga Rp4.000, sehingga warga berpotensi balik modal bahkan meraih keuntungan sejak panen pertama, terlebih jika dikemas rapi menggunakan plastik bening atau daun pisang dan diberi label sederhana untuk meningkatkan nilai jual di pasar lokal. Melalui program Aqua Farm ini, mahasiswa PKM FEB UB berharap warga Desa Jambearjo dapat menerapkan metode bertani modern secara mandiri dan berkelanjutan di rumah masing masing.