Jambearjo Next Gen : PKM FEB UB Bekali Generasi Muda Desa dengan Strategi Beasiswa dan Literasi Keuangan
- Jul 15, 2026
- WartaJambe
JAMBEARJO – Mahasiswa Program Kerja Mahasiswa (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya menggelar rangkaian edukasi bertajuk Jambearjo Next Gen bagi generasi muda Desa Jambearjo pada Selasa, 14 Juli 2026. Program ini hadir dalam dua sesi utama, yaitu Pendidikan Tinggi dan Peluang Beasiswa, serta Gerakan Sadar Keuangan, yang bersama sama bertujuan mempersiapkan siswa SMA dan calon mahasiswa menghadapi jenjang pendidikan tinggi secara lebih matang, baik dari sisi akademik maupun finansial.
Pada sesi pertama, mahasiswa menjelaskan pentingnya pendidikan tinggi sebagai sarana melatih pola pikir, membangun jaringan, mengembangkan potensi diri, hingga memperluas peluang karir. Untuk menjawab kekhawatiran soal biaya, peserta dikenalkan pada berbagai jenis penyelenggara beasiswa, mulai dari swasta seperti Beasiswa Djarum dan Bakti BCA, Kemenag melalui Beasiswa Indonesia Bangkit, hingga pemerintah lewat KIP Kuliah dan Beasiswa Unggulan. Materi kemudian berfokus pada Beasiswa Utama LPS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan, dengan manfaat berupa bantuan UKT, tunjangan bulanan, hingga program pengembangan diri.
Mahasiswa turut membagikan strategi lolos seleksi beasiswa, mulai dari menjaga prestasi akademik dan aktif berorganisasi, menyusun motivation letter yang efektif melalui lima struktur penulisan yakni pembuka, motivasi, pengalaman, visi masa depan, dan kontribusi, hingga tips menghadapi wawancara dengan metode STAR yang mencakup situasi, tugas, tindakan, dan hasil.
Beralih ke sesi kedua, peserta diajak masuk ke ranah pengelolaan keuangan pribadi. Mahasiswa memaparkan empat pilar literasi keuangan, yaitu mengelola, melindungi, merencanakan, dan mengembangkan uang. Melalui sesi interaktif, siswa diajak membedakan kebutuhan dan keinginan lewat berbagai studi kasus yang akrab dengan keseharian mereka, seperti membeli buku pelajaran dibandingkan dengan mengganti ponsel yang sebenarnya masih berfungsi baik.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada pola alokasi uang saku dengan komposisi lima puluh persen untuk kebutuhan pokok, tiga puluh persen untuk tabungan dan dana darurat, serta dua puluh persen untuk keinginan atau hiburan. Mahasiswa juga menekankan pentingnya membangun dana darurat secara bertahap dan cara memitigasi risiko keuangan, baik yang bersifat internal seperti gaya hidup konsumtif, maupun eksternal seperti kenaikan biaya hidup.
Sesi ini ditutup dengan pembekalan praktis seputar estimasi biaya kuliah mulai dari UKT, biaya kos, hingga kebutuhan sehari hari, strategi menabung sejak dini dengan menghitung target dan membaginya sesuai waktu yang tersisa, hingga tips keuangan bagi mahasiswa baru agar tidak terjebak gaya hidup konsumtif di lingkungan kampus.
Melalui dua sesi yang saling melengkapi ini, program Jambearjo Next Gen yang berlangsung pada 14 Juli 2026 tidak hanya membuka wawasan generasi muda Desa Jambearjo mengenai peluang melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan terencana. Mahasiswa PKM FEB UB berharap kedua bekal ini dapat menjadi modal awal bagi siswa SMA dan calon mahasiswa setempat untuk melangkah lebih siap menuju jenjang perkuliahan.